Tips bermain alat musik drum

Kok drum? Kan situ pemain bass…

Memang benar saya pemain bass, gak boleh ya bahas drummer? Drummer kan jarang main bareng sama drummer lain ya gak? Paling sering sama pemain bass kan? Jawab sendiri deh hehehe.

Saya punya beberapa tips yang kayaknya bermanfaat buat drummer – drummer yang berpikiran terbuka.

1. Drummer harus punya style sendiri

Saya kan pemain bass, tentunya lebih banyak tahu licks & tricks  yang digunakan beberapa drummer. Kalau ada seorang drummer yang sedang ‘ngulik’ drummer idolanya, barangkali koleksi lesson yang dia punya masih kalah banyak dengan yang saya alami ketika bermusik bersama. Beberapa drummer kerap kali meniru idolanya secara persis, Padahal buat saya yang pemain drum itu harus punya style sendiri. Sah-sah aj berkreasi dengan sound, set up dll.

2. Drumer itu harus rapi

Kok Rapi? Apa urusannya sama permainan?. TENANG, Drum Set kan harus ditata; misalnya jarak cymbal tidak terlalu dekat atau terlalu jauh, posisi Tom mesti berjarak sesuai jangkauan tangan, hal ini menunjang efisiensi gerak. 

3. Drumer itu harus jaga stamina 

Karena diantara alat musik lain, drumer itu paling banyak gerak, daya tahan konsentrasi harus dilatih. Kadang beberapa drummer yang saya jumpai kelihatan banget kalau dia malas latihan, tahunya darimana? Misalnya setelah bermain cukup lama, temponya turun atau malah kacau dan tidak stabil konsistensi dinamika pukulannya.

4. Drummer sebaiknya bisa alat musik lain

Dulu waktu masih kuliah, drummer itu wajib belajar piano untuk pengetahuan harmony dan alat musik seperti gitar atau bass untuk memperkaya rhythm. Beberapa drummer yang mainnya enak (menurut saya) biasanya bisa main musik yang enak juga di instrumen lain, jadi ketika dia main drum dia tidak egois memikirkan harus tampak bagus sendiri, namun bisa kerjasama dengan pemain alat musik lain. 

5. Tempo

Paling sebel sama pemain drum yang temponya melambat, biasanya karakter orangnya juga lelet dan gak pede. Kalau karakter orangnya senga dan belagu biasanya suka kecepetan temponya. Tapi saya masih bisa toleransi dengan yang kecepetan dikit, selama dalam batas wajar ya. Kalau melambat itu rasanya kayak lagi berenang tp gk bisa ambil nafas.kalau drummer yang  suka kecepetan itu biasanya orangnya gak sabaran dan buru-buru.

6. Mesti bisa nyanyi

Siapa bilang drummer gak harus bisa nyanyi? Seringnya drummer jadi pengacau sebuah band! Alasannya adalah alat ini paling berisik, kalau drumernya gak bisa nyanyi, dia gak bisa ngepasin volume dan tempo sama penyanyinya dong. Trus kalau dia gak bisa nyanyi, pasti mainnya gak ngegroove, karena dia fokus untuk keluarin licks, fill in, chops.

7. Drummer itu mesti Pede!

Gak usah jadi drummer kalo pemalu, mesti pede supaya pukulannya mantap dan presisi dengan tempo. 

8. Drummer bisa dansa

Musik dan tari tidak bisa dipisahkan, supaya dapat feel sebuah irama seorang drummer harus bisa dansa. Misal rhythm musik latin, mereka harus pernah lihat dan belajar salsa. Kalau tidaj dibuat pengalaman tersebut tidak akan bisa menemukan groove.

9. Drummer harus banyak dengar jenis rhythm. 

Ada beberapa drummer yg memang spesialis rhythm tertentu. Kadang cuma bagua mainkan rhythm musik swing sementara rhythm brazilian samba masih berantakan. Atau kadang suka salah subdivisi rhythm yang harusnya binary malah ternary.

10. Drummer itu harus latihan multitasking

Tidak mudah memang melatih otak untuk split pekerjaan, tapi itu bisa dilatih terutama karena drummer banyak menggunakan seluruh tubuhnya bergerak.